September 2, 2022 By homegroundradio.net 0

Surat Pengunduran Diri: Langkah Menulis dan Contohnya

Surat Pengunduran Diri: Langkah Menulis dan Contohnya

Surat pengunduran diri merupakan hal perlu yang perlu anda sertakana pas mengajukan resign.

Terlepas dari beragam hal yang membuatmu tidak nyaman dan dambakan resign, surat ini adalah satu bentuk etika didalam mengundurkan diri.

Tentunya, hal ini pun perlu anda patuhi agar tidak meninggalkan kesan buruk di mata atasan dan kawan kerja.

Yuk, ketahui serba-serbi surat pengunduran diri dengan kesimpulan Glints berikut!

Jenis-Jenis Surat Pengunduran Diri

1. One month notice contoh surat pengunduran diri
Sesuai namanya, one month notice bermakna adanya surat pemberitahuan satu bulan sebelum saat anda resmi resign dari perusahaan.

Memberitahukan satu bulan sebelumnya bermakna anda mengimbuhkan atasan pas untuk mencari pengganti posisimu.

Kalau perusahaan beroleh pengganti tidak cukup dari satu bulan, anda mampu ikut berpartisipasi didalam membantunya menyadari tugas dan tanggung jawab yang akan diembannya nanti.

Karena itu, one month notice merupakan pengunduran diri yang jadi standar di perusahaan.

2. Two-weeks notice
Di samping one month notice, tersedia pula two-weeks’ notice, yaitu pemberitahuan pengunduran diri dua minggu sebelumnya.

Dibandingkan dengan one month notice, surat pemberitahuan ini lebih mendadak dan resign-mu mampu tidak diterima oleh perusahaan.

Kecuali, alasanmu sangat mendesak dan lumayan logis bagi pihak perusahaan.

Misalnya saja sebab penyakit, urusan keluarga, tempat kerja barumu perlu anda secepatnya, dan lain sebagainya.

Kalau alasan tidak dicantumkan didalam surat pengunduran diri, anda perlu menjelaskannya saat menyerahkannya, atau kalau ditanyakan oleh atasanmu.

Dengan begitu, sebisa bisa saja anda meninggalkan tempat kerjamu dengan jalinan baik yang masih terjaga.

Baca Juga: 9 Pertimbangan Penting sebelum saat Resign untuk Mulai Berbisnis
Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan dan Diperhatikan
1. Diskusikan dengan atasanmu
surat pengunduran diri
© Pexels.com

Menurut The Balance Careers, berdiskusilah dengan atasan sebelum saat memutuskan untuk menulis surat pengunduran diri.

Karena atasanmu adalah yang sepanjang ini bekerja bersamamu, dia akan lebih menyadari bagaimana suasana dan performa kerjamu sepanjang ini.

Kamu mampu memulai pembicaraan informal dengannya, menyampaikan alasan mengapa anda dambakan mengundurkan diri.

Kalau alasanmu berkaitan budaya atau lingkungan kerja, bisa saja saja atasanmu mampu mengimbuhkan solusi.

Yang pasti, biarkan atasan menyadari keinginanmu tersebut, jadi ia pun mampu menyiapkan diri untuk apa yang akan terjadi.

2. Perjelas alasan dan tujuanmu
Sebelum menulis surat pengunduran diri, perjelas apa sebenarnya alasan dan tujuanmu mengundurkan diri.

Apa pun alasan dan tujuannya, pastikan bahwa anda telah yakin.

3. Cek kontrak
surat pengunduran diri
© Pexels.com

Sebelum mengundurkan diri, cek kontrak yang telah anda isyarat tangani dan setujui di awal jaman kerja.

Apakah tersedia jangka pas tertentu sebelum saat anda boleh mengundurkan diri dari perusahaan tersebut?

Jika ada, cobalah cek ketentuannya, apa konsekuensi kalau anda melanggar perjanjian tersebut.

Biasanya, konsekuensi tersebut berbentuk pengganti gaji didalam periode tertentu atau senilai gaji di sisa jaman kontrak.

Jadi, menyimak baik-baik bagaimana ketentuan kontrak dan jangka pas yang anda punyai di perusahaan tersebut.

4. Patuhi pas pengunduran diri
Kebijakan tiap tiap perusahaan berkaitan pengunduran diri sudah pasti berbeda-beda, terhitung terhitung berkaitan pas pengunduran diri.

Seperti yang Glints jelaskan sebelumnya, arti yang umum digunakan tersedia one month notice, terhitung two weeks’ notice.

Pastikan anda menyadari kebijakan pas mana yang perusahaan gunakan, ya.

Sebisa bisa saja berikan Info jauh hari sebelum saat anda resmi keluar.

Hal tersebut berkaitan dengan penggantimu, dan kepada siapa tugas-tugasmu dipindah tangankan nantinya.

5. Tulis surat
surat pengunduran diri
© Pexels.com

Perusahaan yang punyai struktur dan proses kerja baik sudah pasti punyai prosedur untuk segala sesuatunya. Termasuk terhitung untuk pengunduran diri.

Kamu pasti tidak mampu sekadar mengirim pesan singkat atau berbicara secara lisan, dan kemudian meninggalkan tempat kerjamu.

Pada umumnya, perlu tersedia surat pengunduran diri yang anda buat dan serahkan. Bisa itu kepada atasan atau pihak HRD, terkait kebijakan dari perusahaan.

6. Bersiap beroleh penawaran ulang
Ketika anda menyampaikan permohonan pengunduran diri, mampu jadi reaksi yang diberikan atasan adalah bertanya alasannya sekaligus menahanmu.

Bersiaplah untuk beroleh penawaran lagi dari perusahaan tempatmu bekerja itu. Mereka mampu jadi tawarkan kenaikan gaji, bonus, dukungan fasilitas, atau bahkan kenaikan pangkat.

Karena itu, anda perlu memperhitungkan baik-baik sebelum saat menyita keputusan.

Kalau ternyata hati dan pikiranmu telah tidak tersedia di perusahaan, mengundurkan diri mampu jadi pilihan terbaik. Berapa pun yang ditawarkan padamu.